Selasa, 09 Desember 2014

Menyongsong Pilkada 2015

Menyongsong momentum regulasi demokrasi Pilkada 2015, semua pihak menunggu kemanakah kira kira arah bandul keputusan pilkada langsung atau gaimana hasil akhirnya nanti. Ada dua kub yang mengusung produk yang berbeda. Golkar Kubu Msoal pemilihan calon anggota legislatifpun Golkar kubu Bali menghendaki  dipilih dengan sistem pilkada melalui DPRD di sah kan.  Sementara polemik di tubuh Partai Golkar akan sangat menentukanunas Bali menghendaki Pilkada melalui DPRD yang artinya menolak Perpu Pilkada langsung, bahkan baproporsional tertutup yang berdasarkan nomer urut caleg , bukan berdasarkan suara terbanyak. Sedangkan Golkar kubu Munas Ancol Jakarta menghendaki Pilkada Langsung yang artinya mendukung pihak blok KIH atau Koalisinya Pemerintah. Bahkan jargon Golkar yang selama ini " Suara Golkar Suara Rakyat " oleh Golkar kubu munas ancol dibalik menjadi  " Suara Rakyat Suara Golkar ".  Keabsahan dan legitimasi kedua kubu di tubuh golkar sangat bergantung pada kemana bandul dukungan pemerintah diarahkan. Jika itu dianggap intervensi pemerintah tentu wajar karena politik memang tidak bisa lepas dari intervensi sesuai kepentingan masing masng pihak. Selamat Menyongsong Pilkada 2015


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar